Jumat, 18 September 2015

Keputusan Yuddy Angkat Seluruh Honorer K2 Menjadi CPNS Setelah Salat Istiqharoh

Baru-baru ini Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi menghimbau agar seluruh honorer kategori dua (K2) untuk tidak mengait-ngaitkan masalah lambatnya penanganan masalah K2 dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seperti halnya mengenai pengangkatan 5.421 guru bantu DKI Jakarta menjadi CPNS murni menggunakan PP 56/2012 dan sudah habis tenggat waktunya pada Desember 2014 lalu.
Keputusan Yuddy Angkat Seluruh Honorer K2 Menjadi CPNS Setelah Salat Istiqharoh
"‎Saya minta tolong masalah ini jangan dikait-kaitkan dengan Presiden karena yang mengurus pengangkatan PNS adalah saya. Presiden sendiri tidak tahu soal ini. Apapun kebijakan mengenai pengangkatan honorer k2 menjadi CPNS adalah tanggung jawab saya. Apabila terdapat kesalahan dalam keputusan tersebut, maka saya lah yang salah dan bertanggung jawab bukan bapak presiden," kata Menteri Yuddy, Selasa (15/9).

Yuddy menegaskan, bila honorer K2 merasa marah atas ketidakadilan yang diterima, limpahkan semua kepada MenPAN-RB dan bukan kepada presiden.

"Presiden Jokowi sangat banyak yang harus dipikirkan dan dikerjakan, jadi jangan salahkan beliau. Semuanya tanggung jawab saya, salahkan saya saja," ucapnya.

Mengenai kebijakannya mengangkat seluruh honorer K2 tahun 2015 tanpa tes, menurut Yuddy, sudah dipikirkan sangat matang-matang berdasarkan masukan berbagai sumber dan pihak terkait.

"Setelah shalat Istiqharoh, saya akan mantap dengan pilihan mengangkat seluruh K2 menjadi CPNS," tuturnya.

Pemesanan soal SKB CPNS 2018 seperti SKB GURU, BIDAN, DOKTER, PERAWAT, APOTEKER/FARMASI, KEMENKUMHAM, LINGKUNGAN HIDUP, PEKERJAAN UMUM, AKUNTANSI KELAUTAN DAN PERIKANAN, PERTANIAN, KOMPUTER dan masih banyak lagi yang lain bisa melalui Instagram @cpns_indonesia atau website CPNSONLINE baca selengkapnya Soal Latihan SKB CPNS 2018 'SERI TERLENGKAP'