Searching...
Sabtu, 13 Agustus 2016

Ini Cara Mudah PNS Yang Ingin Membeli Rumah Baru


Jakarta- Seorang PNS bisa memiliki rumah baru dalam kurun waktu dua tahun, lalu bagaimana caranya?

PNS diwajibkan untuk melakukan pembayaran iuran sebesar Rp.3000/bulan untuk setiap golongan 1, Rp.5000/bulan untuk golongan 2, Rp.7000/bulan untuk golongan 3, dan Rp.10000/bulan untuk golongan 4 di Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan-PNS (Bapertarum-PNS).

Nantinya paling cepat 2 tahun dalam masa kerja seorang PNS sudah bisa membeli rumah baru dengan uang muka dari tabungannya tersebut.

Seorang PNS bisa menentukan dimana lokasi rumah yang akan dibeli, dengan satuan berapa harga rumah tersebut sesuai dengan selera masing-masing asalkan kedepannya mampu untuk melunasi cicilan rumah.

Sebelumnya PNS diwajibkan untuk mengisi data-data yang diperlukan dalam formulir Bapertarum-PNS baik secara online di situs resminya www.bapertarum-pns.co.id maupun secara offline langsung ke kantor Bapertarum-PNS yang berada di Kantor Kemenpera.

Setelah itu keterangan dari formulir tersebut akan diajukan ke bank penyalur kredit prumahan untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kelayakannya. Seorang PNS juga harus memiliki kesepakatan dengan depelover perumahan soal rumah yang akan dibeli.

"Nanti bank memproses secara kredit dan fasilitas di Bapertarum. Nanti disetuji oleh bank dan uangnya diberikan," kata Ketua Pelaksana Sekretariat Tetap Bapertarum PNS Heroe Soelitiawan, di Kantor Kementerian Perumahan Rakyat, Jakarta, Senin

Bapertarum akan memberikan bantuan uang muka sebesar Rp 15 juta hanya kepada PNS yang ingin membeli rumah. Keseluruhan bantuan tersebut terdiri dari uang muka Bapertarum dan tabungan PNS yang dikutip berupa tabungan setiap bulannya.

Jadi kira-kira rinciannya seperti, jika diasumsikan harga uang muka rumah sebesar Rp 30 juta, sedangkan iuran yang terkumpul dari seorang PNS hamya sebesar Rp 1 juta, maka Bapertarum akan memberikan bantuan pinjaman sebesar Rp 14 juta.

Kemudian PNS harus melunasi pinjaman bantuan tersebut per bulan dengan bunga pinjaman 6% selama kurun waktu maksimal 5 tahun dan tetap harus membayar iuran wajib sesuai dengan golongannya. Sedangkan sisa dari uang muka yang belum lunas dibayar dengan uang pribadi PNS.

"Bunga 6%, lebih murah lah dari FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Tujuan kita ke depan, adalah bagaimana PNS bisa mendapatkan rumah," tambahnya.

Adapun sifat yang ingin ditunjukan Bapertarum adalah lebih kepada bantuan uang muka bagi PNS yang ingin membeli rumah pertamanya. Sedangkan bagi yang tidak ingn mungkin karena sudah memiliki rumah atau alasan apapun, Bapertarum juga menjadi wadah bagi PNS untuk menabung sedangkan uang tabungannya boleh diambil pada akhir masa kerja atau pensiun. Artinya Bapertarum-PNS diwajibkan bagi seluruh PNS.

Apabila PNS sudah mengambil uang tabungannya untuk keperluan uang muka rumah, maka dia tetap harus membayar iuran perbulan yang dipotong langsung dari gajinya. Uang tersebut akan membantu atau mensubsidi anggota PNS yang belum memiliki rumah pertama.

Tetapi PNS diharapkan jangan khawatir, karena jumlah uangnya tidak akan berkurang malahan akan bertambah dari sistem bagi hasil pada akhir masa kerja PNS.

"Jadi ini sifatnya gotong royong," tambah Heroe.

Saat ini, besaran iuran yang dibebankan kepada PNS setiap bulannya masih dianggap terlalu kecil. Nantinya ke depan 2,5% dari jumlah keseluruhan gaji PNS setiap golongan akan dipergunakan untuk iuran wajib Bapertarum-PNS

"Mudah-mudahan peraturannya ini cepat keluar," kata Heroe.
------------------------------------------------------------------------------

Tes CPNS itu sebenarnya mudah apabila kita tahu trik untuk menghadapinya, gampang untuk dikerjakan apabila tahu cara menjawabnya. Pelajari panduan menguasai soal-soal Latihan CPNS KEMENTERIAN DAN LEMBAGA NEGARA 2017, baca selengkapnya Soal Latihan CPNS KEMENTERIAN DAN LEMBAGA NEGARA 2017